Organisasi

Memenuhi Panggilan Pulang Nenek Moyang, Merawat Warisan Generasi Mendatang

Yayasan Esok Lebih Cerah lahir dari sebuah takdir unik dua sahabat yang dipertemukan oleh leluhur yang sama dari Nusa Tenggara Barat. Djafar (Papang) membawa garis keturunan Sumbawa, sementara Lalu Rois Amri Radhiani (Aam) berdarah Sasak Lombok. Keduanya lahir di bulan dan tahun yang sama, hanya berselisih beberapa hari, dan telah menguji ketahanan persahabatan mereka selama lebih dari seperempat abad. Persinggungan profesional keduanya dimulai pada tahun 1999 di Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (YMMFI), sebuah institusi yang membidani kelahiran Jakarta International Film Festival (JiFFest)—festival film terbesar di Asia Tenggara pada masanya—sejak tahun pertama, serta lembaga Indonesian Documentaries (In-Docs) yang turut melahirkan Eagle Awards dan Docs by the Sea.

Lalu dan Djafar mengawinkan dua kompetensi berbeda namun saling melengkapi:

Lalu Rois Amri Radhiani

Alumnus Penyiaran TV/Radio Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kajian Film Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Sempat menjabat sebagai Co-Executive Director YMMFI / Co-Director JiFFest (2007-2011), Aam kemudian bertahun-tahun mendampingi pemerintah dalam penyusunan kebijakan perfilman nasional serta mempromosikan lokasi syuting dan perfilman Indonesia ke lebih dari 25 negara. Rekam jejak strategisnya mencakup jabatan Sekretaris Eksekutif Badan Perfilman Indonesia (2014–2017) dan Ketua Bidang Promosi Lokasi (2017–2022). Atas referensi Papang, pada 2017 Aam dipercaya menjadi Country Representative untuk Beijing Weying Technology (entitas yang disokong Tencent, Wanda Cinema, dan China Media Capital). Pasca-pandemi, Aam menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Semesta Daya Mada (Salaka Credu) di Yogyakarta yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan seni dan budaya.

black blue and yellow textile
black blue and yellow textile

Djafar

Alumnus Manajemen Transportasi Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti. Latar belakang pendidikannya membekali Papang dengan keahlian mendalam di bidang manajemen logistik, distribusi, regulasi perizinan, ekspor-impor, serta kepabeanan. Karir profesionalnya menguat saat bergabung dengan Blitz Megaplex (sebelum diakuisisi CGV) sebagai Distribution Manager pada 2007, sekaligus berpraktik sebagai konsultan distribusi bagi berbagai rumah produksi film nasional dan internasional. Pasca-pandemi, Papang menetap di Mataram untuk memproduksi film pendek dan dokumenter, serta aktif membina ekosistem komunitas perfilman lokal di Nusa Tenggara Barat.

black blue and yellow textile
black blue and yellow textile

Setelah kiprahnya di berbagai korporasi dan organisasi, kini Papang dan Aam kembali bersinergi. Memenuhi panggilan pulang nenek moyang untuk mengabdi pada kampung halaman, mengelola potensi maritim yang belum optimal, melangkah bersama komunitas lokal agar menjadi lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.